Kamis, 05 November 2009

PEWARNA ALAMI

Manggis (Garcinia mangostana L.) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Queen of fruit, merupakan sejenis tanaman buah yang tumbuh dan berkembang dikawasan tropis. Diperkirakan di Indonesia terdapat 100 jenis Garcinia , dari sekitar 400 Garcinia yang ada di dunia, yang tersebar didataran rendah adalah sampai sekitar 1000 m dpl. Buah manggis ini mulai banyak diminati oleh para konsumen selain memiliki rasa yang enak , putih dan juga menarik.

Biasanya orang - orang memanfaatkan manggis adalah dengan memakan daging buahnya yang berwarna putih, dan mereka membuang kulitnya. Tanpa mereka sadari, mereka telah menambah jumlah limbah yang ada dengan membuangnya. Sebenarnya limbah dari kulit manggis yang telah dibuang dapat diolah kembali dan hasilnya bisa digunakan kembali (recycle). Setelah kita memakan manggis, otomatis kulit manggis yang kita buang tidak memiliki nilai guna lagi. Dengan adanya daur ulang kulit manggis kita dapat memberikan nilai tambah dengan memproduksinya sebagai bahan baku pembuatan zat pewarna alami.

Proses pembuatan zat pewarna alami dari kulit manggis ini adalah sebagai berikut :

1. Sortasilah kulit manggis yang akan digunakan

2. Lakukanlah pencucian kuli manggis sampai bersih

3. Lakukanlah proses blansing

4. Kemudian kulit manggis mengalami proses penghancuran

5. Kemudian kulit manggis yamg telah hancur di ekstraksi dengan metode maserasi (perendaman dalam larutan selama satu malam dalam lemari es)

6. Setelah diekstraksi kemudian dilakukan proses penyaringan untuk memisahkan dari ampasnya

7. Kemudian melalui proses filtrat

8. Kemudian melalui proses sentrifuga (diberikan pelarut)

9. Dihasilkan pigmen yang masih terdapat berbagai campuran

10. Dilakukan proses pemyaringan

11. Dilakukan proses penguapan

12. Kemudian dikeringkan

13. Dihasilkanlah pigmen (zat pewarna alami)

1 komentar: